ANALISIS KANDUNGAN BETA KAROTEN PADA DAUN BAYAM MERAH (AMARANTHUS HYBRIDUS L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL

Boy Chandra, Zulharmita Zulharmita, Alfin Dinda Hutri Handayani

Sari


Telah dilakukan penelitian penetapan kadar β-karoten pada daun bayam merah (Amaranthus hybridus L.) dengan dua jenis perlakuan yaitu segar dan rebus. Sampel diekstraksi cair-cair menggunakan pelarut petroleum eter dan aseton dengan perbandingan 1 : 4, kemudian ekstrak daun bayam merah (Amaranthus hybridus L.), diidentifikasi dengan kromatografi lapis tipis dengan fase diam silika gel 60 F254, di dapat nilai rata-rata Rpembanding dansampel 0,56  yang berarti ekstrak daun bayam merah mengandung β-karoten. Ekstrak daun bayam merah (Amaranthus hybridus L.) diukur secara kuntitatif dengan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang maksimum 451 nm. Hasil menunjukan bahwa kadar β-karoten rata-rata pada daun bayam merah segar adalah 14,6 ± 0,00575 mg/kg, dan untuk daun bayam merah yang direbus 8,50 ± 0,001703 mg/kg. Validasi metode analisis untuk nilai akurasi diperoleh rata-rata persen perolehan kembali untuk daun bayam merah segar dan rebus yaitu 91,40 % dan 90,45 %. Presisi intraday dan interday dari konsentrasi 4, 10 dan 14 ppm diperoleh rata-rata persen SBR ≤16 %, linearitas dengan koefisien korelasi yaitu 0,9995, batas deteksi yaitu 0,15153 ppm dan batas kuantitasi yaitu 0,50512 ppm. Validasi metode analisis menunjukan bahwa metode ini memenuhi persyaratan parameter validasi. Analisis statistik dengan uji t dua sampel berpasangan menunjukkan bahwa sig 0,000 (P<0,05) dan ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar rata-rata β-karoten pada daun bayam  merah segar dan daun bayam merah rebus.

Kata Kunci


bayam merah, β-karoten, spektrofotometer Visibel

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Amaya, D.B.G.,& Kimura, M. (2004). Harvest plus handbook or carotenoid analysis (2rded). Washington DCand California: International Food Policy Research Institute (IFPRI) andInternational Center for Tropical Agriculture (CIAT).

Badarinath, A.V., Mallikarjuna, A., Chetty, C.M.S., Ramkanth, S., Rajan, T.V.S., &Gnanaprakash, K. (2010). A Review on In-vitro Antioxidant Methode Comparisions, Correlations and Consideration. Int. J. Pharm. Tech Res. 2(2): 1276-1285.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Farmakope herbal Indonesia. (Edisi I). Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Harmita. (2004). Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metode dan Cara Perhitungannya. Majalah Ilmu kefarmasian, 1 (3), 117 - 135.

Ilahi, R.G.T.N., (2016). Pengaruh Proses Pengolahan Terhadap Kadar Beta Karoten pada Jagung (Zea mays L.) dengan Metode Spektrofotometri Sinar Tampak.(Skripsi). Padang: STIFARM Padang.

Jones, D.S. (2002). Statistik Farmasi. Diterjemahkan oleh Hesty Utami Ramadaniati dan Harrizul Rivai. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Madhavi, D. L., Deshpande, S. S.,& Salunkhe, D. K. (1995). Food antioxidant, technological, toxicological, and health perspectives. California: Marcel Dekker, inc.

Naid, T., Muflihunna, A.,& Madi, M.I.O. (2012). Analisis Kadar β-Karoten Pada Buah Pare (Momordica charantia L.) Asal Ternate Secara Spektrofotometri UV-Vis. Majalah Farmasi dan Farmakologi. 16(3): 127-130.

Parwata, M.O.A., Ratnayani, K.,& Listya, A. (2010). Aktifitas Antiradikal Bebas Serta Kadar Beta Karoten pada Madu Randu (Ceiba pentandra) dan Madu Kelengkeng (Nephelium longata

Satriyanto, B., Widjanarko, S.B., &Yunianta. (2012). StabilitasWarnaEkstrakBuahMerah (Pandanusconoideus) Terhadap Pemanasan Sebagai Sumber Potensial Pigmen Alami. JTP. 13(3): 157-168.

Susilowati. (2008). Isolasi dan Identifikasi Senyawa Karotenoid dari Cabe Merah (Capsicum annuum Linn.). (Skripsi). Malang: Universitas Islam Negeri Malang.

Syaifuddin. (2015) Uji Aktivitas Antioksidan Bayam Merah Segar dan Rebus dengan Metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picylhydrazyl) (skripsi). Semarang: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Watson, D.G. (2005).Analisis farmasi: buku ajar mahasiswa farmasi dan praktisi kimia farmasi(Edisi 2). Penerjemah: W. R. Syarief. Jakarta: PenerbitBukuKedokteran EGC.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.