Penetapan Kadar Beta Karoten Pada Beberapa Jenis Cabai Kering Dan Segar Dengan Spektrofotometri Uv-Vis

Sestry Misfadhila, Rusdi Rusdi, Boy Chandra, Arma Yunita

Sari


Penelitian tentang penetapan kadar beta karoten pada beberapa jenis cabai telah dilakukan. Analisis dilakukan terhadap sampel cabai keriting merah dan hijau  serta cabai rawit merah dan hijau yang segar dan kering. Sampel diekstraksi dengan pelarut n-heksan dan aseton menggunakan metode ekstraksi cair-cair. Fraksi n-heksan selanjutnya dianalisis dengan spektrofotometer pada panjang gelombang maksimum beta karoten yaitu 449,00 nm. Kadar beta karoten rata-rata untuk cabai keriting merah segar adalah 0,0225 %, cabai keriting merah kering 0,0236 %, cabai keriting hijau segar 0,0192 %, cabai keriting hijau kering 0,0225 %. Untuk sampel cabai rawit merah segar diperoleh kadar beta karoten 0,0165 %, cabai rawit merah kering 0,0197 %, cabai rawit hijau segar 0,0115 %, cabai rawit hijau kering 0,0122 %. Analisis statistik dengan ANOVA satu arah menunjukkan bahwa nilai sig. 0,000 (P<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat  perbedaan kadar beta karoten pada sampel cabai keriting merah dan hijau yang segar dan kering serta cabai rawit merah dan hijau yang segar dan kering.

Kata Kunci


Beta karoten; spektrofotometri visible; fraksinasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Amaya D.B.G dan Kimura, M. (2004). Harvest plus handbook or carotenoid analysis (2nd ed). Washington DC and Cali: International Food Policy Research Institute (IFPRI) and International Center for Tropical Agriculture (CIAT).

Angraeni, N.T & Fadlil, A. (2013). Sistem identifikasi citra jenis cabai (Capsicum annum L.) Menggunakan Metode Klasifikasi City Block Distance. Jurnal Sarjana Teknik Informatika, 1, (2), 409-410.

Badarinath, A.V., Mallikarjuna, A., Chetty, C.M.S., Ramkanth, S., Rajan, T.V.S., & Gnanaprakash, K. (2010).A Review on In-vitro Antioxidant Methode Comparisions, Correlations and Consideration. Int. J. PharmTech Res. 2, (2), 1276-1285.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Farmakope herbal indonesia. (Edisi I). Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Harmita.(2006). Analisis Kuantitatif Bahan Baku Dan Sediaan Farmasi. Jakarta: Departemen Farmasi FMIPA Universitas Indonesia.

Listya, Ana, Sinly dan Satuhu S, 2010, Aktivitas Antiradikal Bebas Serta Kadar Beta Karoten Pada Madu Randu dan Madu Kelengkeng. FMIPA Universitas Udayana Bukit Jimbaran.

Naid, T., Muflihunna, A., Madi, M.I.O. (2012). Analisis Kadar β-Karoten Pada Buah Pare (Momordica charantia L.) Asal Ternate Secara Spektrofotometri UV-Vis. Majalah Farmasi dan Farmakologi, 16, (3), 127-130.

Oktaviani , T., Guntarti, A., Susanti, H. (2014). Penetapan Kadar Beta Karoten Pada Beberapa Jenis Cabe (Genus capsicum) Dengan Metode Spektrofotometri Tampak. Pharmaceia. 4, (2), 108.

Parwata, M.O.A., Ratnayani, K., Listya, A. (2010). Aktifitas Antiradikal Bebas Serta Kadar Beta Karoten pada madu Randu (Ceiba pentandra) dan Madu Kelengkeng (Nephelium longata L.).Jurnal Kimia. 4, (1), 54-62.

Serlahwati, D., Farida, Y., & Asriana, Y. (2009). Penetapan Kadar β-karoten dalam Buah Parika Merah, Kuning dan Hijau (Capsicum annum Var. annum L.) Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. (Jurnal). Jakarta: Fakultas Farmasi Univesitas Pancasila.

Susilowati. (2008). Isolasi dan Identifikasi Senyawa Karotenoid dari Cabai Merah (Capsicum annuum Linn). (Skripsi). Malang: Universitas Islam Negeri Malang.

The Departemen Of Health. (2009). British Pharmacopoeia. London: The Stationery Office.

Winarno, F.G. (2004). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Winarsih, H. (2007). Anti Oksidan Alami dan Radikal Bebas. Yogyakarta:Penerbit Kanisius




DOI: http://dx.doi.org/10.52689/higea.v12i1.266

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

https://montes.da.upm.es/

https://csdmm.da.upm.es/

slot gacor hari ini