KETEPATAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT MEDICATION BERDASARKAN STANDAR KEFARMASIAN DI PUSKESMAS

Erza Ridha Kartika, Dwi Mindiarti, Sinta Arifa, Narendra Nazun, M. Bi’rul Huda

Sari


High Alert Medication (HAM) adalah kategori obat yang harus diperhatikan dengan serius dalam penggunaannya, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan penggunaan obat yang berpotensi merugikan tubuh (medication error). Obat-obat ini memiliki resiko yang sangat tinggi dan bisa berakibat efek merugikan yang tidak dikehendaki oleh tubuh. Oleh karena itu penggunaan obat-obat ini harus diwaspadai dengan ketat. Obat High Alert terdiri dari kategori obat LASA dan elektrolit dengan konsentrasi pekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyimpanan dan ketepatan penyimpanan obat High Alert Medication (HAM) berdasarkan standar kefarmasian dan prinsip syariat islam di Puskesmas Semarang. Sampel yang digunakan yaitu obat LASA (Look A like Sound A Like) dan elektrolit konsentrasi tinggi. Dari hasil penelitian obat dengan resiko tinggi (High Alert Medication) dan LASA masing-masing sebanyak 48%. Elektrolit konsentrasi tinggi sebanyak 4%. Ketepatan penyimpanan obat risiko tinggi dan golongan LASA mendapatkan persentase masing-masing 100% masuk pada kriteria sangat baik, sedangkan pada golongan elektrolit konsentrasi tinggi mendapatkan persentase 80% masuk pada kriteria baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyimpanan yang sangat baik pada obat LASA dan HAM serta kategori baik untuk elektrolit konsentrasi pekat.


Kata Kunci


HAM, LASA, Medication Eror

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


N. Usman, G. Citraningtyas, and J. Pasca Siampa, “The Analysis Of Medication Error In Prescribing And Dispensing Phases At Pharmacy Installation Of Central General Hospital Of Ratatotok Buyat South Minahasa Regency.,” 2023.

Kemenkes, Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas. 2019.

M. F. Fatkhiya and P. L. Cahyaningtiyas, “Gambaran Penyimpanan Obat High Alert Di Instalasi Farmasi,” Jurnal Farmasetis, vol. 12, no. 1, 2023.

M. Muhlis, R. Andyani, T. Wulandari, and A. A. Sahir, “Pengetahuan Apoteker tentang Obat-Obat Look-alike Sound-alike dan Pengelolaannya di Apotek Kota Yogyakarta,” Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, vol. 8, no. 2, p. 107, Jun. 2019, doi: 10.15416/ijcp.2019.8.2.107.

S. Marhum, Mukhtar Ahaadits wa aal-hukmu al Muhammadiyyah. Surabaya: Daar an-Nasyr-Misriyyah, 2001.

S. Rahman, N. Rahmat, and I. Idrus, “Studi Pengelolaan Penyimpanan Obat Di Uptd Puskesmas Laonti Kabupaten Konawe Selatan Study Of Drug Storage Management At UPTD Laonti Public Health Center, Districts Konawe Selatan,” 2023. [Online]. Available: http://www.ojs.pelitaibu.ac.id/index.php/jpasaik

W. Sulistiarini and D. Adrianto, “Gambaran Penyimpanan Elektrolit Konsentrat Di Instalasi Farmasi Rs X Di Jakarta Barat,” 2023.

Permenkes RI, “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas,” 2016.

N. Rika and W. E. Rusmana, “Pengaruh Penyimpanan dan Penandaan Obat High Alert dan LASA (Look Alike Sound Alike) Terhadap Risiko Terjadinya Human Error Di Salah Satu Rumah Sakit Swasta Kota Bandung,” 2021. [Online]. Available: http://www.ejournal.umbandung.ac.id/index.php/jste

Zulfitri, Y. Sagitasari, and A. Hussaana, “Evaluation of the Pharmaceutical Preparation Storage System Based on Hospital Pharmaceutical Service Standards and Islamic Sharia at RSI Sultan Agung Semarang,” 2023.




DOI: http://dx.doi.org/10.52689/higea.v17i2.720

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

https://montes.da.upm.es/

https://csdmm.da.upm.es/

slot gacor hari ini